Gambaran Laut Terbelah Dua Terjadi Pada 10 Muharram
Peristiwa besar yang berlaku pada hari 10 Muharram:
  • Allah jadikan 7 petala langit dan 7 petala bumi.
  • Allah jadikan bulan,bintang,matahari dan cakrawala.
  • Allah jadikan Arasy, Loh Mahfuz,Kalam dan Malaikat.
  • Allah mencipta Nabi Adam Alaihissallam.
  • Allah menjadikan Siti Hawa.
  • Allah menjadikan Syurga.
  • Dimasukkan Nabi Adam ke dalam Syurga.
  • Taubat Nabi Adam diterima Allah.
  • Nabi Noh diselamatkan oleh Allah keluar dari bahtera setelah bumi tenggelam selama enam bulan.
  • Nabi Ibrahim dilahirkan dan 10 Muharram juga Baginda diselamatkan Allah daripada pembakaran Raja Zamrud.
  • Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
  • Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.
  • Pengelihatan Nabi Yaakob yang buta dipulihkan oleh Allah.
  • Nabi Ayub dipulihkan oleh Allah dari penyakit kulit yang dideritainya.
  • Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan setelah berada didalamnya selama empat puluh hari dan empat puluh malam.
  • Laut merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa bersama pengikutnya daripada tentera Firaun.
  • Firaun dan pengikutnya tenggelam kedalam lautan tersebut.
  • Nabi Sulaiman dikurniakan Allah Kerajaan yang besar.
  • Hari pertama Allah mencipta alam dan menurunkan hujan.
Inilah antara peristiwa besar pada 10 muharram yang telah berlaku, begitu juga dalam beberapa hadis riwayat Nu'aim bin Hammad menyatakan bahawa pembaihan Imam Mahdi juga berlaku dalam 10 Muharram!

Dari buku "Huru-Hara Akhir Zaman" karangan Amin Muhammad Jamaluddin.

Halaman 97:

Keanehan-keanehan yang terjadi pada Ramadhan dan petaka-petaka dahsyat pada bulan Syawwal, Dzulqaidah dan Dzulhijjah. Al-Mahdi akan muncul di bulan Muharram. Pada Ramadhan sebelum kemunculannya, terlihat beberapa tanda-tanda nyata dan peristiwa- peristiwa yang aneh di langit. Mula-mula terjadi guncangan, kemudian muncul gelegar suara yang keras dan dahsyat, setiap orang bisa mendengarnya, kemudian muncul bintang berekor yang menerangi langit, kemudian matahari dan bulan mengalami gerhana.
Huru-hara di Timur Tengah
Jika peristiwa-peristiwa diatas telah terjadi pada bulan Ramadhan, maka pada bulan Syawal akan terjadi huru-hara (ma'ma'ah). Kemudian pada bulan Dzulqaidah akan terjadi konflik antara suku dan perselisihan antara negeri Islam. Kemudian pada bulan Dzulhijjah, pada musim haji, akan terjadi perompakan terhadap para jama'ah haji dan peperangan antar suku dan bangsa Islam, sehingga darah mengalir di Jumrah 'Aqabah pada hari-hari Idul Adha di Mina.

Jika peristiwa di atas telah terjadi, maka Al-Mahdi muncul dan dibaiat pada hari Asyura bulan Muharram.

Saya akan menyebutkan beberapa hadits mengenai hal ini yang sebenarnya cukup banyak:

Nu'aim bin Hammad meriwayatkan dengan sanadnya bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"Pada bulan Ramadhan terlihat tanda-tanda di langit, seperti tiang yang bersinar, pada bulan Syawwal terjadi malapetaka, pada bulan Dzulqa'idah terjadi kemusnahan, pada bulan Dzulhijjah para jamaah haji dirampok, dan pada Muharram, tahukah apakah Muharram itu?"

Rasulullah saw. juga bersabda:
"Akan ada suara dahsyat di bulan Ramadhan, huru-hara di bulan Syawwal, konflik antar suku pada bulan Dzulqa'idah, dan pada tahun itu para jamaah haji dirampok dan terjadi pembantaian besar di Mina dimana banyak orang terbunuh dan darah mengalir disana, sedangkan pada saat itu mereka berada di Jumrah Aqabah".

Beliau saw. juga bersabda:
"Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawwal...". Kami bertanya: "Suara apakah, ya Rasulullah?" Beliau menjawab: "Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jum'at, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jum'at di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jum'at, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: "Mahasuci Al-Quddus, Mahasuci Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus!", karena barangsiapa melakukan hal itu akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu akan binasa".

Muhammad bin Ali berkata:
"Sesungguhnya, Al-Mahdi yang kita nantikan itu memiliki dua mukjizat yang belum pernah terjadi semenjak Allah menciptakan langit dan bumi, bulan mengalami gerhana pada malam pertama bulan Ramadhan, sedangkan matahari mengalami gerhana pada pertengahan bulan itu, dan kedua hal itu belum pernah terjadi sejak Allah menciptakan langit dan bumi". (diriwayatkan Daruquthni dalam sunan-nya).
 


Comments




Leave a Reply

    Author

    Raja Marzuqi T.Mansor
    Ejen Hartanah Nilaiharta Consutant Sdn. Bhd.(564594-u)
    p.  019 -748 -769- 7
    e.   jugra786@gmail.com

    Raja Marzuqi 
    bin
    Raja Mansor 
    bin 
    Raja Abdul Samad 
    bin
    Raja Wok 
    bin 
    Raja Kahar 
    bin 
    Sultan Abdul Samad 
    bin 
    Raja Abdullah 
    bin
    Sultan Muhammad
    bin 
    Sultan Ibrahim 
    bin 
    Raja Lumu 
    bin 
    Upu Daeng  Chelak 
    bin 
    Upu Tanderi Bureng Daeng Rilaga 
    bin 
    Upu Lamadusellah (LOWOK) 
     

    Archives

    November 2012
    October 2012
    May 2012
    April 2012
    March 2012

    Categories

    All
    Harun Yahya

      “Orang mukmin tidak mati. Mereka hanya meninggalkan hidup yang sementara ini dan pergi kepada kehidupan abadi” . Dan mereka lakukan di sana apa yang mereka lakukan dalam dunia. Nabi s.a.w bersabda, “Nabi-nabi dan orang-orang yang hampir dengan Allah terus beribadat di dalam kubur seperti yang mereka lakukan di dalam rumah mereka”. Ibadat yang dimaksudkan itu adalah penyerahan dan merendahkan diri rohani kepada Allah bukan sembahyang yang lima waktu sehari. Tawaduk yang di dalam diri, dengan diam, adalah nilai utama yang menunjukkan iman yang sejati.Daripada Ibnu Umar r.a, dia berkata bahawa Rasulullah SAW menghadap kepadanya dan para sahabat, kemudian beliau bersabda: "Wahai kaum Muhajirin, lima perkara andainya kamu ketepikan maka tiada kebaikan lagi bagi kamu. Dan aku berlindung dengan Allah SWT semoga kamu tidak menemui saat itu. Tidak terserlah zina pada suatu kaum sehingga mereka melakukan terang-terangan kecuali mereka akan ditimpa taun yang cepat merebak di kalangan mereka dan mereka dimusnahkan oleh penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat terdahulu. Dan tiada mereka mengurangi sukatan dari timbangan kecuali mereka akan dibalakan dengan kemarau dansusah mencari rezekidan berlaku zalim daripada kalangan pemimpin mereka. Dan tiada mengeluarkan akan zakat harta benda kecuali ditahan untuk mereka hujan dari langit. Jika tiada binatang, tentu mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah SWT. Dan tiada mereka mungkir janji Allah dan Rasulnyakecuali Allah akan menguasakan ke atas mereka musuh mereka, maka musuh itu merampas sebahagian daripada apa yang ada di tangan mereka. Dan apabila pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam Al Quran dan tidak mahu menjadikannya sebagai pilihan di saat itu Allah jadikan peperangan sesama mereka.