Dalam menurunkan perintah perintah dan larangannya Nya, Tuhan tidak pernah menyampaikannya langsung kepada manusia. Selalu yang Tuhan lakukan adalah mengirimkan peringatan, perintah, dan larangan, melalui person dari kalangan kaum / bangsa itu sendiri. Hal ini jelas di tulis di dalam QS At Taubah 128 - 129: "Laqad jaakum rasulummin anfusikum... ", "Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri.... 
Tuhan jelas jelas Maha berkuasa untuk menurunkan peringatan yg berupa perintah, larangan yg berupa kitab kitab itu langsung kepada manusia yg hendak diberi peringatan, untuk kemudian dipersilahkan mereka membacanya sendiri. Tetapi tidak pernah sekalipun Tuhan melakukan hal itu. mengapa demikian ?

Karena Tuhan berkehendak bahwa pemberi peringatan dan peringatan itu sendiri adalah pasangan yang tidak terpisahkan. Ketika Tuhan perintahkan kepada Nabi Musa A.S utk menyampaikan Taurat, Musa lah sebenarnya taurat hidup itu. Ketika Tuhan memerintahkan Nabi Isa A.S utk menyampaikan Injil, maka Nabi Isa AS lah Injil hidup tersebut. Ketika Tuhan mewahyukan kepada Nabi Muhammad S.A.W Al Quran itu, Nabi Muhammad S.A.W itulah sebenarnya Quran hidupnya. Keduanya adalah pasangan yang tak terpisahkan. Quran hidup ini harus selalu ada, tidak boleh tidak ada.

Lalu apa implikasi dari hal ini ? Implikasinya ialah, jika kita ingin mempelajari Quran, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah : "mencari Quran hidupnya". Selama kita tidak bertemu dengan quran hidup ini, selama itu pula kita tidak akan bisa secara tepat memahami quran yang berhuruf itu. Quran tidak bisa dipahami secara tepat kalau hanya dengan berguru pada guru tafsir biasa, apalagi jika gurunya belajar di sekolah non islam, dengan guru yang bukan islam serta berpangkat orientalis.

Quran hidup ini terus menerus ada sepanjang zaman, sampailah dunia ini nanti dikiamatkan. Rantai ini tidak pernah terputus. Merekalah yang di maksud Tuhan dlm quran dengan "Inna Nahnu Nazalnaz-zikra wa inna lahu la Hafidzun", "Sesungguhnya Kami yang menurunkan Quran ini dan kamilah yang menjaganya". Penjagaan dilakukan bukan hanya terhadap teks huruf Al Quran, tetapi yang terutama adalah terhadap implementasi Al Quran itu sendiri dalam kehidupan manusia.

Setelah Nabi Muhammad S.A.W wafat, Quran hidupnya adalah Sayidina Abu Bakar As-Siddiq, kemudian Sayidina Umar RA, Sayidina Usman RA, dan Sayidina Ali R.A. Setelah zaman Sayidina Ali K.W , Quran hidupnya adalah para mujaddid yg kedatangannya dijanjikan tiap 100 tahun sekali di awal kurun hijriah melalui hadist rasulullah

"ALLAH mengutuskan pada ummat ini di setiap awal 100 tahun, orang yang akan memperbaharui urusan agama-Nya (mujaddid)" (Dari Abu Hurairah) (diambil dari Sunan Abu Dawud, Kitab Al Malahim)

Diantara awal kurun dan awal kurun, yaitu tengah kurun, ada lagi quran hidupnya. Di awal kurun jelas quran hidupnya adalah mujaddid, lalu siapakah quran hidup di tengah kurun?

AL Quran hidup di tengah kurun hijriah adalah syeikh2 tarikat atau mursyid. Mursyid ini harus terus menerus ada. Kalau sudah tidak ada mursyid lagi di dunia ini, maka dunia ini akan di kiamatkan. Inilah maksudnya hadist yang menyatakan bahwa salah satu tanda tanda kiamat adalah "diangkatnya Al Quran". Pada saat itu, bukannya teks dan huruf Al Quran itu yang diangkat, tetapi mursyidnya sudah tak ada lagi.

Syaikh Abdul Qadir Jailani (Qadiriah) adalah quran hidup pada masanya, Syaikh Naqsyabandiyah itu quran hidup, syaikh Abu Hasan Syadzali (syadzaliyah), Syaikh Syattariah, Syaikh Tijaniah, Syaikh Sanusiah dll, itulah Quran hidup. Quran hidup yang datang terus menerus ini namanya mursyid. Quran hidup yg datang setiap 100 tahun sekali namanya mujaddid. Jikalau terbukti benar yang dikatakan Imam Sayuti dalam kitabnya bahwa umur dunia ini sejak zaman Rasulullah hanya 16 Abad Saja, maka jumlah mujaddid ini tidak akan lebih dari 15 orang saja hingga ke akhir zaman nanti.

Quran hidup yang mursyid tugasnya menyelamatkan manusia di dunia dan di akhirat. Kalau mujaddid, selain dia menyelamatkan manusia / mursyid, dia juga memperbaharui urusan agama. Dia juga membuat sistem hidup. Dia berjuang. Namun perjuangan mujaddid ini tidak sampai ke kelas ummah / dunia. Paling tinggi tarafnya adalah daulah / negara. Itulah yang telah dicapai oleh Sayidina Umar Ibn Abdul Aziz. Mujaddid yang lainnya kelasnya hanya Thoifah / kelompok saja.

Diantara mereka ada yang bertugas memperbaiki fiqh yang sudah rusak pada masanya dgn mengasaskan kaidah usul fiqh (imam syafi'i), ada yang bertugas memperbaiki sistem pemerintahan yang sudah rusak pada masanya (Sayidina Umar Ibn Abdul Aziz), ada yang bertugas memperbaiki aqidah (Abu Hasan Asy'ari), dll. Orang yang hidup di awal kurun akan sangat beruntung jika dia mendapatkan quran hidup yang mursyid sekaligus mujaddid ini

Selain mujaddid, ada juga quran hidup datangnya hanya dua kali saja, sepanjang zaman. Dia datang sekali di zaman rasulullah, serta sekali lagi di akhir zaman. Zaman2 itu disebut zaman Ummah. Inilah dia Quran hidup yang jika uraian uraian qurannya di aplikasikan dia dapat menguasai dunia. Uraian uraian qurannya dapat menguasai dunia, itu maksudnya.
Kalau mursyid, tugasnya hanya menyelamatkan manusia, tidak perlu menguasai dunia. Kalau ada mursyid, dan kita berpegang teguh dengannya, taat dengan dia, kita akan selamat. Namun pada saat itu tidak ada pemerintahan, Saat itu hiduplah islam di tengah2 penzaliman, di tengah tengah komunis, di tengah tengah kapitalis, di tengah tengah penjajahan dan lain lain. Akhirnya pergilah mereka ke pinggir pinggir kota, ke kampung kampung, ke gua gua, ke bukit bukit. Tetapi mereka selamat, Karena bersama dengan mursyid, dialah Quran hidup, yang juga disebut "ulama pewaris nabi".

Kenapa dalam hadist lain yang disebut adalah "ulama pewaris nabi", dan bukan "ulama pewaris rasul" ? karena "ulama pewaris nabi" ini ada terus menerus, itulah mursyid. Ulama pewaris rasul tidak terus menerus ada, tetapi hanya 100 tahun sekali, itulah mujaddid. Kalau yang di sebut dlm hadist tsb "ulama pewaris rasul", orang yang mencarinya di tengah kurun tidak akan menemukannya. Itulah Hebatnya Rasulullah. Ini pun Rasulullah pisah pisahkan. Maka dalam hadistnya tsb Rasullah memberi gambaran yg umum, yg ada sepanjang zaman.

Mursyid itu quran hidup yg menyelamatkan, dia memandu ruh, hati dan akal manusia. Mujaddid itu adalah mursyid yang datang diawal kurun yang memperbaharui urusan agama. Dimana Quran ditafsirkan lagi untuk menjadi sistem hidup, yang dapat memperbaiki sistem hidup yg rusak pada waktu itu. Jika Mursyid hanya memperbaiki akal, ruh, nafsu kita, maka Mujaddid dia memperbaiki sistem hidup di dunia ini, untuk menyelamatkan orang lebih banyak daripada mursyid. Jika dia hanya berperanan sebagai mursyid, tidak banyak orang yang selamat. Jadi mujaddid, adalah quran hidup yang tafsiran quran nya, memperbaharui sistem hidup yang sudah rusak. Bandingan adalah zaman rasulullah dan para sahabat. Itulah yang dimaksud dengan Ahlussunah Wal Jamaah. Pada waktu itu tidak ada kerusakan, suci dan bersih semuanya.
Selain Mursyid dan Mujaddid, ada pula quran hidup yg datang hanya 2 (dua) kali saja sepanjang sejarah Rasulullah. Di zaman Ummah pertama, itulah Rasulullah S.A.W dan para sahabat, serta di zaman ummah kedua. Dialah Imam Mahdi.

Dia adalah Quran hidup yg luar biasa. Dia menyelamatkan, memperbaiki sistem hidup, dan membuat role model utk seluruh dunia. Dia akan mendapat pemerintahan, mendapat negara, serta mendapat seluruh dunia. itulah Imam Mahdi Al Muntadzar. Dia Mursyid, mujaddid, dan sekaligus juga Khalifah. Karena itulah maka dia tidak bersandar dengan mahzab2 sebelumnya, Da memiliki mazhab sendiri, yaitu mazhab Imam Mahdi. Dialah Muhammad bin Abdullah yg kedua. Nama Ayahnya Abdullah, ibunya Siti Aminah.

Sementara kisahnya kita hentikan saja dulu. Mudah mudahan nanti kita sambung lagi tentang siapa sebenarnya Imam Mahdi ini, Tim nya, Parlemennya, bagaimana Kemunculannnya, pemerintahannya, Serta perang perang nya, termasuk Pembebasan Palestina, Penyerbuan New York, Penggempuran Eropa , Perang diatas Khurasan (uzbekistan) melawan pasukan koalisi, dll lengkap dengan hadist hadist nya.. Cerita ini dijamin seru !!. Tunggu saja tanggal mainnya.

Wa Bihi Wallahu A'lam



 


Comments




Leave a Reply

    Author

    Raja Marzuqi T.Mansor
    Ejen Hartanah Nilaiharta Consutant Sdn. Bhd.(564594-u)
    p.  019 -748 -769- 7
    e.   jugra786@gmail.com

    Raja Marzuqi 
    bin
    Raja Mansor 
    bin 
    Raja Abdul Samad 
    bin
    Raja Wok 
    bin 
    Raja Kahar 
    bin 
    Sultan Abdul Samad 
    bin 
    Raja Abdullah 
    bin
    Sultan Muhammad
    bin 
    Sultan Ibrahim 
    bin 
    Raja Lumu 
    bin 
    Upu Daeng  Chelak 
    bin 
    Upu Tanderi Bureng Daeng Rilaga 
    bin 
    Upu Lamadusellah (LOWOK) 
     

    Archives

    November 2012
    October 2012
    May 2012
    April 2012
    March 2012

    Categories

    All
    Harun Yahya

      “Orang mukmin tidak mati. Mereka hanya meninggalkan hidup yang sementara ini dan pergi kepada kehidupan abadi” . Dan mereka lakukan di sana apa yang mereka lakukan dalam dunia. Nabi s.a.w bersabda, “Nabi-nabi dan orang-orang yang hampir dengan Allah terus beribadat di dalam kubur seperti yang mereka lakukan di dalam rumah mereka”. Ibadat yang dimaksudkan itu adalah penyerahan dan merendahkan diri rohani kepada Allah bukan sembahyang yang lima waktu sehari. Tawaduk yang di dalam diri, dengan diam, adalah nilai utama yang menunjukkan iman yang sejati.Daripada Ibnu Umar r.a, dia berkata bahawa Rasulullah SAW menghadap kepadanya dan para sahabat, kemudian beliau bersabda: "Wahai kaum Muhajirin, lima perkara andainya kamu ketepikan maka tiada kebaikan lagi bagi kamu. Dan aku berlindung dengan Allah SWT semoga kamu tidak menemui saat itu. Tidak terserlah zina pada suatu kaum sehingga mereka melakukan terang-terangan kecuali mereka akan ditimpa taun yang cepat merebak di kalangan mereka dan mereka dimusnahkan oleh penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat terdahulu. Dan tiada mereka mengurangi sukatan dari timbangan kecuali mereka akan dibalakan dengan kemarau dansusah mencari rezekidan berlaku zalim daripada kalangan pemimpin mereka. Dan tiada mengeluarkan akan zakat harta benda kecuali ditahan untuk mereka hujan dari langit. Jika tiada binatang, tentu mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah SWT. Dan tiada mereka mungkir janji Allah dan Rasulnyakecuali Allah akan menguasakan ke atas mereka musuh mereka, maka musuh itu merampas sebahagian daripada apa yang ada di tangan mereka. Dan apabila pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam Al Quran dan tidak mahu menjadikannya sebagai pilihan di saat itu Allah jadikan peperangan sesama mereka.